Minggu, 17 Agustus 2014

PEDOMAN dan PEGANGAN HIDUP

Pancaindra tidak dapat dipakai sebagai pedoman hidup,dia merupakan barang pinjaman akan menjadi tanah dan membusuk, hancur lebur bersifat najis. Demikian pula budi, pikiran, angan- angan dan kesadaran, berasal dari pancaindera, tidak dapat dipakai sebagai pegangan hidup. Akal dapat menjadi gila, sedih, bingung, lupa dan bohong,Akal itu pula yg siang malam mengajak dengki, bahkan merusak kebahagiaan org lain. pancaindera maupun perangkat akal tidak dapat dijadikan pegangan dan pedoman hidup. Sebab semua itu bersifat baru, bukan azali. Satu-satunya yang bisa dijadikan gondhelan dan gandhulan hanyalah Zat Wajibul Maulana, Zat Yang Maha Melindungi. Pancaindera adalah pintu nafsu, dan akal adalah pintu bagi ego. Semuanya harus ditundukkan di bawah Zat Yang Wajib Memimpin. Karna itu Dialah yg menunjukkan semua budi baik.Jadi pencaindera harus dibimbing oleh budi dan budi dipimpin oleh Sang Penguasa Budi/Yg Maha Budi........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar