Minggu, 09 November 2014

"Ke-ADA-an"

Aku selamat menyelamatkan karna Engkaulah keselamatan…
Aku Asyik mengAsyikan karna Engkaulah ke-Asyikkan
Aku Damai mendamaikan karna Engkaulah kedamaian itu
Aku Ada karna Engkaulah ke-ADA-an itu
Ya..Engkaulah ke-ADA-an itu,
hanya engkau yg ADA dalam suatu ke-ADA-an ini
Tiada ada selain ADA

“Ke-dewa-saan”

Hidup adalah hanya memetik usia sambil mengeja semesta
Maka dewasa adalah usaha untuk mengolah Rasa emosi (nafsu) kita.
sesungguhnya umurmu bukanlah umur yg dihitung sejak kau lahir,tetapi umurmu adalah umur yg dihitung sejak hari pertama kau mengenal Tuhan,Semakin dewasa semakin berusaha mengolah Rasa

"Aku pinjaman yang dipinjami"

Aku pinjaman dan Tuhan meminjamiku,Aku adalah pinjaman yg dipinjami”
Hidup bukan untuk Mati tapi Hidup didunia untuk Hidup Abadi dan Hidup abadi inilah sebagai Tujuan dan Tujuan bisa dicapai dengan Alat yang dipinjami Tuhan kepada kita
panca indra,seluruh anggota badan,anak-anak keluarga dan semuanya yang ada dibumi adalah ALAT untuk mencapaiNya
Jadi Tak sepantasnya jika alat (pinjaman) kau jadikan sebuah Tujuan
Pernak-pernik Hidup itu hanya sebuah alat (pinjaman),Tak usah terlalu sibuk mengurusinya
Tinggal kita bagaimana membawa Alat (pinjaman) sampai ke TUJUAN.
Dan TUJUAN itu ghaib,tergantung baik-buruk,cepat-lama engkau mengolah hidup dengan Alat itu tadi.
Ingat !! alat dari Tuhan tak pernah salah, biasanya disalah gunakan...

“Permainan Rasa dan Kata”

Didalam perjalanan selalu dipertemukan dengan Rasa dan Kata
Mengambil KATA harus diserasikan dgn Rasa,dan mengambil Rasa jadilah Kata-Kata
"Hidup itu menge-PAS-kan dengan kata yang kau ambil dengan jalan hidupmu"
Pahit,manis dan hambar hidupmu itu tergantung kau memainkan Rasa jalan hidupmu
Hidup ini bisa indah bilamana RASA bisa diolah KATA dan KATA bisa Pas dengan RASA
Maka Pintar-pintarlah dalam mengolah kata
Ada RASA tapi tak ada KATA,mungkin akan pahit, Ada KATA tapi tak punya RASA,itu munafik.

Minggu, 24 Agustus 2014

MUNAFIK

Ada penyakit hati didalam diri orang-orang munafik
dan penyakitnya akan terus ditambah oleh Allah.
Orang Munafik itu suka mengolok-olok orang beriman kepada Allah,
mereka menganggap orang-orang beriman itu bodoh tidak tau tentang dunia,padahal sebenarnya merekalah yg bodoh.

KEBENARAN dianggap KEKELIRUAN dan
KEKELIRUAN dianggap KEBENARAN.

Dia telah membeli kekeliruan,hartanya pun tak ada gunanya,Hidupnya didalam kesesatan dia akan terombang-ambing tidak tenang.

Usaha yang sejati

(QS.an-najm 39-42)

bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.

jadi usaha apa yang bisa memberikan balasan yang SEMPURNA (sejati)???
Apakah didunia ini ada balasan yang SEMPURNA (sejati)????
ketahuilah dunia ini tidak SEMPURNA....dibandingkan dengan Akhirat
usaha dunia adalah usaha untuk mendapatkan dunia,dan dunia ini pasti hilang tidak abadi dan balasanya hanya sesaat,apa yang kau dapat pasti akan ikut hilang....
usaha yang sejati adalah usaha mencari ridha Allah ta'ala,mengerjakan Amal dan mencari pahala,semua itu bersifat Abadi.....itulah usaha akhirat
dan mendapatkan balasan yang SEMPURNA....

Minggu, 17 Agustus 2014

PEDOMAN dan PEGANGAN HIDUP

Pancaindra tidak dapat dipakai sebagai pedoman hidup,dia merupakan barang pinjaman akan menjadi tanah dan membusuk, hancur lebur bersifat najis. Demikian pula budi, pikiran, angan- angan dan kesadaran, berasal dari pancaindera, tidak dapat dipakai sebagai pegangan hidup. Akal dapat menjadi gila, sedih, bingung, lupa dan bohong,Akal itu pula yg siang malam mengajak dengki, bahkan merusak kebahagiaan org lain. pancaindera maupun perangkat akal tidak dapat dijadikan pegangan dan pedoman hidup. Sebab semua itu bersifat baru, bukan azali. Satu-satunya yang bisa dijadikan gondhelan dan gandhulan hanyalah Zat Wajibul Maulana, Zat Yang Maha Melindungi. Pancaindera adalah pintu nafsu, dan akal adalah pintu bagi ego. Semuanya harus ditundukkan di bawah Zat Yang Wajib Memimpin. Karna itu Dialah yg menunjukkan semua budi baik.Jadi pencaindera harus dibimbing oleh budi dan budi dipimpin oleh Sang Penguasa Budi/Yg Maha Budi........